Senin, 22 Oktober 2012

FUTUR ????? .........

Apa Futur itu?

1. Melakukan ma'shiat dan dosa berulang kali. Terlalu sering melakukan kesalahan, menjadikannya sebagai kebisaan yang bahkan sulit ditinggalkan. Dari kebiasaan tersebut, hilanglah kesan kesalahan atau dosa yang dilakukan sampai seseorang menjadi berani melakukan dosa dan kesalahan berikutnya. Anas ra. pernah berkata :
"Demi Allah, niscaya kalian melakukan suatu dosa yang kalian anggap dosa itu lebih tipis dari rambut. Dahulu kami menganggap perbuatan tersebut termasuk dalam mauqibat(dosa besar)." Rasulullah bersabda : "Setiap ummatku akan dimaafkan kecuali orang yang berani melakukan dosa secara terang-terangan."(HR.Bukhari)

NURANI BERBICARA



PROTES SEORANG GURU
Mengisi setiap moment untuk mencintai profesiku. Aku berharap dapat menanamkan norma dan nilai, memperbaiki sikap merusak, mengawasi terhadap perlakuan kejam dan bahkan mensensor tulisan serta cara berpakain anak-anak ku tercinta yang ada di setiap kelas yang ku masuki.

Senin, 24 September 2012

FILSAFAT, ILMU DAN KEBENARAN



Pengetahuan dimulai dengan rasa ingin tahu, kepastian dimulai dengan rasa ragu-ragu, dan berfilsafat dimulai dengan kedua-duanya. Berfilsafat didorong untuk mengetahui apa yang telah kita tahu dan apa yang belum kita tahu. Berfilsafat berarti berendah hati bahwa tidak semuanya akan pernah kita ketahui dalam kesemestaan yang tak terbatas ini. Demikian juga berfilsafat berarti mengkoreksi diri, semacam keberanian untuk berterus terang, seberapa jauh sebenarnya kebenaran yang dicari telah kita jangkau.

TEORI SOSIOLOGI



Latar belakang histories perkembangan sosiologi.Sosiologi lahir di Eropa pada abad ke-19 oleh seorang sosiologis yang bernama August Comte pada tahun 1839, kemudian diikuti oleh negara-negara lain. Sosiologi sebagai ilmu empiris merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang masyarakat, mempelajari berbagai tindakan sosial yang menjelma dalam realitas sosial. Landasan sosiologi mengandung norma dasar yang bersumber dari norma kehidupan masyarakat yang dianut oleh suatu bangsa.
Ada tiga macam norma yang dianut oleh pengikutnya, yaitu:
(1) individualisme,
(2) kolektivisme,
(3) integralistik. 
 Dari Pengertian tersebut, dan berkaitan dengan tugas mata kuliah sosiologi dan antropologi maka dengan ini saya akan mencoba mencari gambaran tentang perkembangan ilmu sosialyang berdasarkan pakar pakar atau para ahli yang berkecimpung dalam bidang sosiolog, (a)Perkembangan ilmu sosial menurut marx weber, (b)Perkembangan ilmu sosial menurut Durkeim, (c)Perkembangan ilmu sosial menurut Taylor,            Apabila penulis dalam mencari sumber  tentang perkembangan ilmu sosial kurang lengkap dan mendetil dari  pemikiran para pakarmohon dimaklumi karena dibatasi dengan waktu dan situasi serta setatus kami bukan sebagai sosiolog.  Selanjutnya silahkan download didieu

BERCERMINLAH



AKU CERMIN, ENGKAULAH …….

Suhrawardi, sufi yang dikenal sebagai Syaikh al-Isyraq dan mati terbunuh oleh penguasa zalim, pernah membuat perumpamaan tentang cermin dan  Matahari.Ketika cermin dihadapkan kepada matahari maka sinar matahari akan diserap oleh cermin itu dan dipantulkannya kembali. Andaikan cermin mampu melihat ke dalam dirinya, ia akan terkejut dan mengira bahwa dirinyalah matahari itu karena betapa kuatnya cahaya mentari tersebut.

Selasa, 18 September 2012

KONSEP EVALUASI PIPS



EVALUASI PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (PIPS)

Arnie Fajar (2)


          A.  PENGERTIAN EVALUASI
1.   Evaluasi merupakan penilaian program, proses dan hasil peandidikan.
2.   Evaluasi dapat diartikan sebagai suatu pengukuran.
3. Evaluasi dapat bersifat kualitatif dan juga bersifat kuantitatif.
Selanjutnya download didieu
 
© Copyright 2012. nsuparlan . All rights reserved | nsuparlan blog is proudly powered by Blogger.com | Template by rkartini -